<?xml version="1.0" encoding="ASCII"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mari Bantu Sesama</title>
	<atom:link href="http://pengemis.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pengemis.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 May 2011 13:43:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
		<item>
		<title>Keutuhan Keluarga</title>
		<link>http://pengemis.com/keutuhan-keluarga/</link>
		<comments>http://pengemis.com/keutuhan-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 May 2011 13:43:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Lembaga Manajemen Infaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengemis.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Masyarakat bagaikan bangunan kokoh. Keluarga bukan saja sebagai sendi utama dalam bangunan umat, melainkan juga inti eksistensi umat secara keseluruhan. Kekuatan atau kehancuran suatu bangsa bergantung pada kondisi keluarga. Oleh karena itu, Islam memberikan perhatian khusus terhadap masalah pembentukan keluarga &#8230; <a href="http://pengemis.com/keutuhan-keluarga/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img src="http://ayozakat.org/images/stories/keutuhan%20keluarga.jpg" border="0" alt="keutuhan keluarga" width="125" height="125" />Masyarakat  bagaikan bangunan kokoh. Keluarga bukan saja sebagai sendi   utama  dalam bangunan umat, melainkan juga inti eksistensi umat secara    keseluruhan. Kekuatan atau kehancuran suatu bangsa bergantung pada    kondisi keluarga. Oleh karena itu, Islam memberikan perhatian khusus    terhadap masalah pembentukan keluarga ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Ayat-ayat tentang  pembinaan keluarga  termasuk paling banyak jumlahnya  dibandingkan  ayat-ayat yang  menerangkan masalah shalat, zakat, puasa,  dan haji.  Alquran memaparkan  tentang keutamaan menikah, perintah  menikah, pergaulan antara suami  dan istri, menyusui anak, bahkan sampai  masalah  waris dan seterusnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian juga Assunnah, membahas semua  aspek keluarga dengan panjang   lebar. Contoh, Nabi saw menganjurkan  takwinul usrah dengan memilih   calon mempelai yang salehah. Beliau  bersabda: <em>Pilihlah tempat untuk  menyemai benihmu, nikahilah orang-orang  yang se&#8217;kufu&#8217;, dan nikahkanlah  kepada mereka.</em> (HR Ibnu Majah, Al-Hakim,  dan Al-Baihaqi).</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Semua bentuk amalan yang bertujuan untuk   mengokohkan keutuhan keluarga  dipandang sebagai amalan utama dalam   Islam, antara lain birrul  walidain, sedekah terhadap karib kerabat,   silaturahim, dan ishlahu  dzaatil bain (menyelesaikan perselisihan   keluarga). Dan sebaliknya,  semua perbuatan yang mengakibatkan keretakan   rumah tangga dianggap dosa  besar, seperti uququl walidain (durhaka   kepada kedua orang tua),  memutus silaturahim, menzalimi istri dan anak.   Keretakan rumah tangga  inilah yang menjadi megaproyek iblis.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam  sebuah hadis disebutkan: <em>sesungguhnya  iblis (raja setan)  membangun  singgasananya di atas air kemudian  mengutus balatentaranya  (untuk  menebar malapetaka dan dosa). Setan  yang paling dekat  kedudukannya  dengan iblis adalah yang paling hebat  menimbulkan  malapetaka di antara  manusia. Salah satu setan ber kata,  aku telah  melakukan ini dan itu.  Iblis menjawab, kamu belum berbuat  apa-apa.  Setan lainnya melapor, aku  tidak biarkan manusia sampai aku  ceraikan  dia dari kelurganya. Maka  Iblis mendekatkan setan ini seraya  berkata,  kamu yang paling hebat.</em> (HR  Ahmad,&#8217;Abd bin Hamid dan Muslim dari  Jabir).</p>
<p style="text-align: justify;">Kehancuran rumah tangga merupakan proyek unggulan iblis.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia  mengajarkan sihir pada manusia,  tujuan utamanya adalah menceraikan   suami dari istrinya yang berujung  pada keruntuhan rumah tangga. (lihat   QS Albaqarah [2]:102) Bila rumah  tangga berantakan, kondisi sakinah,   mawadah, dan rahmah dalam keluarga  menjadi musnah, pendidikan anak akan   telantar dan kehidupan  masyarakat akan penuh dengan kerusakan.</p>
<p>Rangsangan-rangsangan   maksiat, yang ditebarkan pendukung setan melalui  media elektronik dan   cetak, sering memunculkan anganangan bejat pada  peng-aksesnya sehingga   menimbulkan perasaan tidak puas dengan istri  yang di rumah. Hal ini  bisa  menyeret kepada perselingkuhan dan dosa  besar.<br />
Sehingga  berdampak  domino menuju kehancuran rumah tangga, kerusakan  masa depan  remaja,  serta ambruknya moralitas bangsa. Na&#8217;udzubillah min  dzalik.</p>
<p style="text-align: justify;">dikutip dari <a title="Artikel LMI" href="http://ayozakat.org/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=145:keutuhan-keluarga&amp;catid=37:tausyiah&amp;Itemid=72" target="_blank">Lembaga Manajemen Infaq</a></p>
<p style="text-align: justify;">﻿</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengemis.com/keutuhan-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kayu nya Mas, Mbak ?</title>
		<link>http://pengemis.com/kayu-nya-mas-mbak/</link>
		<comments>http://pengemis.com/kayu-nya-mas-mbak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Apr 2011 07:08:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto Gallery]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[bantu sesama]]></category>
		<category><![CDATA[Peduli]]></category>
		<category><![CDATA[pemberdayaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengemis.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[dari album potonya Pak Didit]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/196883_1736175528485_1361493049_31773567_4216424_n.jpg"><img class="aligncenter" title="Kayu bakar" src="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/196883_1736175528485_1361493049_31773567_4216424_n.jpg" alt="Penjual Kayu bakar" width="320" height="230" /></a></p>
<p>dari album potonya <a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1736175528485&amp;set=a.1098710392255.2016490.1361493049&amp;ref=nf" target="_blank">Pak Didit</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengemis.com/kayu-nya-mas-mbak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pak Tua</title>
		<link>http://pengemis.com/pak-tua/</link>
		<comments>http://pengemis.com/pak-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Feb 2011 16:04:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto Gallery]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[bantu sesama]]></category>
		<category><![CDATA[Peduli]]></category>
		<category><![CDATA[pemberdayaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengemis.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[diambil dari facebook Mas Malik]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/61514_1427661900936_1514465577_31124658_2391917_n.jpg" alt="Gunung Merapi dari kejauhan" width="200" height="150" /><br />
diambil dari facebook <a href="http://www.facebook.com/malik.ome" target="_blank">Mas Malik</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengemis.com/pak-tua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Calistung Vs Tumbuh Kembang</title>
		<link>http://pengemis.com/calistung-vs-tumbuh-kembang/</link>
		<comments>http://pengemis.com/calistung-vs-tumbuh-kembang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Feb 2011 04:27:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Zakat]]></category>
		<category><![CDATA[bantu sesama]]></category>
		<category><![CDATA[Peduli]]></category>
		<category><![CDATA[pemberdayaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengemis.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA. Tim Project Rumah Zakat yang mengelola Pendidikan Anak Usia Dini (Rumah Juara Indonesia), Revitalisasi Posyandu (Rumah Sehat Indonesia) dan Pemberdayaan Masyarakat (Rumah Mandiri Indonesia) sebuah hasil kerjasama Rumah Zakat dengan perusahaan multinasional, P&#38;G hadir lagi di Aula Kelurahan Rempoa, &#8230; <a href="http://pengemis.com/calistung-vs-tumbuh-kembang/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft" title="Pelatihan" src="http://www.rumahzakat.org/images/calistung_paud2.jpg" alt="" width="400" height="250" />JAKARTA. </strong>Tim Project  Rumah Zakat yang mengelola Pendidikan Anak Usia Dini (Rumah Juara  Indonesia), Revitalisasi Posyandu (Rumah Sehat Indonesia) dan  Pemberdayaan Masyarakat (Rumah Mandiri Indonesia) sebuah hasil kerjasama  Rumah Zakat dengan perusahaan multinasional, P&amp;G hadir lagi di Aula  Kelurahan Rempoa, Tangerang.</p>
<p style="text-align: justify;">Kehadiran tim ini, untuk mengembangkan  PAUD /Bina Keluarga Balita (BKB) agar lebih optimal dalam hal pemberian  pendidikan yang sesuai dengan tumbuh kembang anak. Peran pendidik  sebagai pemberi stimulus (ransangan) di sekolah dan sebagai penyuluh  bagi para orangtua sangat diperlukan. Menguatkan pentingnya peran  tersebut  pada Kamis (10/2) tim PAUD Juara melakukan pelatihannya yang  ke-10 dengan tema “Calistung VS Tumbuh Kembang.”<br />
<span id="more-66"></span><br />
Dalam pelatihan  ini dihadirkan Evie Amar DSAS yang akrab disapa Evie sebagai pembicara  sekaligus konsultan PAUD Juara. Siang itu acara dimulai pukul 13.15 WIB  dan berakhir pada pukul 15.15 WIB. Para kader BKB/PAUD sudah mendapatkan  pengetahuan seputar tumbuh kembang pada pelatihan sebelumnya secara  umum. Namun kali ini para peserta diajak menggali lebih dalam bagaimana  cara mengajarkan anak CALISTUNG (membaCA, menuLIS, dan menghiTUNG) pada  anak usia dini sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya.</p>
<p>Peserta  sangat antusias berdiskusi dengan Evie. Neneng perwakilan (PAUD Ar  Rohman) bertanya, &#8220;Cara mengubah pemikiran anak yang menganggap bahwa  belajar harus selalu dengan membaca dan menulis?&#8221; Beliau bercerita,  &#8220;Ketika masuk kelas anak itu akan langsung membuka bukunya dan meminta  untuk menulis, padahal guru sudah mengajak anak untuk lebih dahulu  melakukan kegiatan awal dengan bermain tapi anak hanya mau memperhatikan  saja.&#8221; Evie menerangkan bahwa pemikiran anak sebenarnya bukan dari anak  itu sendiri tetapi dari orangtua, karena orangtua lebih banyak bersama  mereka sedangkan di sekolah hanya 2 jam saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Orangtua pun ketika anak selesai sekolah  akan ditanyakan tadi belajar apa? Bukan pertanyaan lain yang dialami  anak selama di sekolah. Hal ini dapat membuat anak menjadi “stress”  karena saat usianya masih bermain dia sudah harus diajak belajar dengan  berbagai pembelajaran yang tidak sesuai dengan tumbuh kembangnya. &#8220;Pada  bagian inilah peran kader untuk mengingatkan ibu-ibu orangtua siswa  bahwa mengajarkan anak membaca menulis dan menghitung harus sesuai  dengan tumbuh kembangnya (pemetaan calistung),&#8221; tambah Evie.</p>
<p>Pelatihan  yang berlangsung santai dan hangat ini memberikan kesan tersendiri bagi  kader. Yanti, kader BKB Melati B berpendapat, &#8220;Dalam pemberian materi  Evie telah mengajak kami untuk lebih mengerti tentang mengajarkan  CALISTUNG yang sesuai dengan tumbuh kembang anak, hal ini berguna bagi  anak-anak didik pada umumnya dan anak kandung pada khususnya. Ternyata  Calistung yang saya tahu sejak dahulu tentang huruf dan angka tidak  terpaku pada angka dan huruf saja tetapi dengan metode-metode lain  seperti bermain kuartet, makan permen karet dan lain-lain&#8221;.***</p>
<p style="text-align: justify;">Diambil dari <a href="http://www.rumahzakat.org" target="_blank">Rumah Zakat</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengemis.com/calistung-vs-tumbuh-kembang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Roti Goreng Pelipur Duka</title>
		<link>http://pengemis.com/roti-goreng-pelipur-duka/</link>
		<comments>http://pengemis.com/roti-goreng-pelipur-duka/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Feb 2011 04:10:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Lembaga Manajemen Infaq]]></category>
		<category><![CDATA[bantu sesama]]></category>
		<category><![CDATA[Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Peduli]]></category>
		<category><![CDATA[pemberdayaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengemis.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Bencana alam kerap terjadi di negeri ini, dan setiap bencana menyisakan kepedihan mendalam bagi para korban. Tak hanya lantaran kehilangan anggota keluarga yang dicintai, tetap status semi permanen yang berubah dalam sekejap. Pengusaha berubah menjadi orang yang tak punya apa-apa, &#8230; <a href="http://pengemis.com/roti-goreng-pelipur-duka/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bencana alam kerap terjadi di negeri ini, dan setiap bencana menyisakan  kepedihan mendalam bagi para korban. Tak hanya lantaran kehilangan  anggota keluarga yang dicintai, tetap status semi permanen yang berubah  dalam sekejap. Pengusaha berubah menjadi orang yang tak punya apa-apa, dermawan yang tiba-tiba harus mengemis meminta bantuan, serta  orang-orang yang biasa berkecukupan seketika sangat berkekurangan, untuk  mendapatkan makan pagi pun menunggu jatah. Kehidupan pun berubah  drastis, rumah mewah tersulap menjadi tenda darurat yang harus berbagi  tempat dengan ribuan korban lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini pula dialami <img class="alignleft" title="Roti Goreng Pelipur Duka" src="http://ayozakat.org/images/stories/roti%20goreng%20pelipur%20duka.jpg" alt="" width="249" height="150" />Dwi  Harini, 39 tahun, salah satu korban erupsi Gunung Merapi 26 Oktober 2010  lalu. Wanita yang biasa disapa Mbak Dwi ini, sehari-hari bekerja  sebagai pedagang serabutan di pasar Margorejo, Turi, Sleman. Yang dijual  Mbak Dwi pun tergolong serabutan juga, kadang kelapa dan berbagai  variasinya: kambil, janur kuning, sabut kelapa. Kadang juga aneka macam  kue, atau buah-buahan yang sedang musim. Sedangkan Parman, sang suami  mengais rejeki sebagai pemetik kelapa. Buah kelapa yang dipetik kemudian  diangkut truk untuk dibawa ke kota Yogyakarta.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-52"></span>Mbak Dwi  mengungkapkan, saat Merapi meletus, pasar salak lesu. Selain karena  banyak pohon salak yang rusak, harga buah yang berkualitas tinggi pun  anjlok. Ia pun sempat bingung, setelah Merapi mereda akan berjualan.  “Tapi setelah pelatihan pembuatan roti goreng di posko oleh relawan  <a href="http://ayozakat.org" target="_blank">Lembaga Manajemen Infaq</a> – LMI, saya optimis dan punya harapan,” kata ibu  empat anak ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Mbak Dwi dan keluarga adalah salah satu  pengungsi di posko balai desa Margomulyo, kecamatan Seyegan. Di posko  inilah para relawan LMI yang tergabung di tim berjuang memberikan  pelatihan-pelatihan dan modal usaha.</p>
<p style="text-align: justify;">“Untuk pasca bencana Merapi  program LMI di fokuskan ke pemberdayaan ekonomi. Sebab sejatinya mereka  bukan orang-orang yang akan menjadi penerima bantuan terus menerus, para  korban bencana itu akan segera terbebas dari status penerima bantuan  dalam waktu yang tidak terlalu lama asalkan mereka dijadikan mandiri,”  kata Dodi Kurniawan, relawan LMI, di sela-sela pelatihan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pria  lajang ini menjelaskan, “Ada sebelas orang di posko ini yang mengikuti  pelatihan. Selama pelatihan pembuatan roti goreng, Mbak Dwi adalah  pengungsi yang paling bersemangat. Di kala ibu-ibu yang lain lebih  memilih untuk tidur-tiduran di balai desa, Mbak Dwi memilih begadang  sampai malam memahami proses produksi roti goreng.”</p>
<p style="text-align: justify;">Mengetahui  bahwa alat produksi ini nanti akan diberikan padanya, Mbak Dwi begitu  bahagia dan tidak bisa berkata-kata lagi. Ia merasa punya potensi untuk  membuat dan menjualnya di pasar, tetapi kesulitan modal. Dengan bantuan  alat produksi tersebut Mbak Dwi semakin optimis menjalani hidup setelah  letusan Merapi ini.</p>
<p style="text-align: justify;">“Waktu pelatihan sempat tidak percaya  ketika diberi tahu harga alat-alat produksinya mencapai Rp 3 juta. Itu  jumlah uang  yang sangat besar. Apalagi dengan kondisi saat ini saya dan  suami harus menghidupi empat anak,” ungkap Mbak Dwi sambil membasuh air  mata yang menetes karena haru.</p>
<p style="text-align: justify;">Diambil dari <a href="http://ayozakat.org">Lembaga Manajemen Infaq</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengemis.com/roti-goreng-pelipur-duka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

